7 Kesalahan Pengajuan SBU Konstruksi Yang Sering Terjadi & Cara Menghindarinya

Mengajukan Sertifikat Badan Usaha (SBU) Konstruksi memerlukan persiapan yang matang. Sayangnya, masih banyak perusahaan yang mengalami kendala karena melakukan kesalahan saat proses pengajuan. Akibatnya, proses penerbitan SBU menjadi lebih lama atau bahkan harus mengulang pengajuan.

Agar hal tersebut tidak terjadi, berikut beberapa kesalahan yang paling sering ditemui saat pengajuan SBU Konstruksi beserta cara menghindarinya.

1. KBLI Tidak Sesuai

Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah KBLI pada NIB tidak sesuai dengan bidang usaha konstruksi yang akan diajukan.

Sebelum mengurus SBU, pastikan KBLI perusahaan sudah sesuai dengan klasifikasi usaha yang akan digunakan.

2. SKK Tenaga Ahli Tidak Sesuai

Setiap klasifikasi SBU memiliki persyaratan tenaga ahli yang berbeda.

Sering kali perusahaan sudah memiliki tenaga ahli bersertifikat SKK, tetapi jenjang atau subklasifikasinya tidak sesuai dengan SBU yang akan diajukan.

Pastikan SKK yang digunakan masih aktif dan sesuai dengan klasifikasi SBU.

3. Dokumen Perusahaan Belum Lengkap

Dokumen yang kurang lengkap dapat menyebabkan proses verifikasi tertunda.

Beberapa dokumen yang umumnya diperlukan antara lain:

NIB (Nomor Induk Berusaha)
NPWP Badan Usaha
Akta Perusahaan
SK Kemenkumham
Data Pengurus
Email Aktif
Nomor Telepon Aktif

4. Salah Memilih Klasifikasi & Sub Klasifikasi

Tidak sedikit perusahaan yang memilih klasifikasi SBU hanya berdasarkan nama yang terdengar mirip dengan bidang usahanya.

Padahal, setiap klasifikasi memiliki ruang lingkup pekerjaan yang berbeda.

Kesalahan ini dapat menyebabkan pengajuan perlu direvisi atau bahkan ditolak.

5. Data OSS Belum Diperbarui

Perubahan alamat perusahaan, pengurus, atau bidang usaha yang belum diperbarui pada sistem OSS sering menjadi penyebab terhambatnya proses pengajuan.

Pastikan seluruh data perusahaan pada OSS sudah sesuai dengan dokumen legalitas terbaru.

6. Mengajukan SBU Terlalu Mendekati Jadwal Tender

Sebagian perusahaan baru mengurus SBU ketika sudah menemukan proyek yang ingin diikuti.

Padahal, proses pengajuan tetap memerlukan waktu untuk verifikasi dan penerbitan.

Agar tidak kehilangan kesempatan mengikuti tender, sebaiknya pengurusan dilakukan jauh sebelum jadwal pemasukan penawaran.

7. Tidak Melakukan Pengecekan Dokumen Sebelum Pengajuan

Kesalahan kecil seperti data yang tidak sesuai, dokumen buram, atau informasi yang belum diperbarui dapat menyebabkan proses menjadi lebih lama.

Melakukan pemeriksaan ulang sebelum pengajuan merupakan langkah sederhana yang dapat mengurangi risiko revisi.

Cara Menghindari Kesalahan Saat Mengurus SBU

Agar proses pengajuan berjalan lebih lancar, Anda dapat melakukan beberapa langkah berikut:

Pastikan KBLI sudah sesuai.
Gunakan tenaga ahli yang memiliki SKK aktif dan sesuai.
Lengkapi seluruh dokumen perusahaan.
Perbarui data pada OSS apabila terdapat perubahan.
Tentukan klasifikasi dan subklasifikasi dengan tepat.
Lakukan pengecekan ulang seluruh dokumen sebelum diajukan.

Kesimpulan

Sebagian besar kendala dalam pengajuan SBU sebenarnya dapat dihindari dengan persiapan yang baik. Memastikan KBLI sesuai, menyiapkan tenaga ahli dengan SKK yang tepat, melengkapi dokumen perusahaan, serta melakukan pengecekan ulang sebelum pengajuan akan membantu proses berjalan lebih lancar.

Jika perusahaan Anda ingin mengurus SBU Konstruksi atau masih ragu mengenai persyaratan yang harus dipenuhi, tim kami siap membantu memberikan konsultasi dan pendampingan sesuai kebutuhan perusahaan Anda.

Similar Posts